Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi


Tanaman padi (Oryza sativa) sebagai sumber utama makanan pokok memegang peranan yang sangat penting dalam usaha pemenuhan kebutuhan pangan. Dalam usaha tani pada hama potensi hasil yang diharapkan, meskipun menggunakan varietas unggul, pemupukan, pengairan dan perbaikan cara bercocok tanam telah diterapkan. Pengenalan terhadap jenis hama dan penyakit yang menyerang merupakan langkah awal yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam usaha pengendalian. Dalam hal ini dapat dilakukan melalui identifikasi terhadap jasad pengganggunya dan gejala serangan yang ditimbulkannya.
Hama Penting Pada Tanaman Padi
  • Fase Pesemaian     : Tikus, Penggerek Batang, Keong mas, Wereng hijau.
  • Fase Vegetatif          : Tikus, Penggerek batang, Wereng coklat, keong mas ganjur
  • Fase Generatif         : Tikus, Penggerek batang, Wereng coklat, Penggulung daun,   Ulat Grayak
Pngendalian Hama Tikus
  • Pratanam      : 1) Pemantauan Populasi, 2) Sanitasi habitat.
  • Semai            : 1) Gropyok pesemaian berkelompok, 2) Penggunaan pagar                                          plastik dan bubu perangkap TBS pada setiap 20-40 ha
  • Fase vegetatif : Pengumpanan racun tikus dan sanitasi habitat.
  • Fase generatif : Fumigasi dan sanitasi habitat 
Pengendalian Hama Penggerek Batang
  • Pratanam : Mengatur waktu tanam dan monitoring
  • Semai : Pengambilan kelompok telur
  • Fase vegetatif & generatif : Pemantauan gejala trapping masal dengan feromon serta panen dengan cara batang padi dipotong pendek.
Pengendalian Hama Wereng Coklat
  • Pratanam : Pilih Varietas Tahan tahan sesuai biotipe, MH : IR64, IR74, Membramo, Way Apo Buru, MK : IR42, Cisantana, Ciliwung, Cibodas.
  • Vegetatif : Aplikasi insektisida dasar, monitoring perimbangan wereng predator.
Pengendalian Hama Keong Mas
  • Pretanam dan semai :
-       Pembuangan keong mas
-       Sebar benih lebih dan sanitasi saluran irigasi
  • Vegetatif :
-       Pembuangan keong, pada daerah endemik keong, benih ditanam lebih tua umur 15 s/d 20 hari.
-       Perlakukan benih dengan Fipronil
-       Tidak menggenangi lahan hingga 7 HST.
-       Pembuatan parit kecil/caren dalam 1 petak sawah,
-       Pasang saringan di pemasukan air dengan mesh 5 mm dan pasang ajir.
-       Pengumpanan daun talas dan pepaya.
-       Aplikasi niklosamida saponin.
Pengendalian Hama Ganjur
  • Pretanam : 1) mengatur waktu tanam yaitu hindarkan vegetatif padi pada puncak musim hujan, 2) sebelum sebar benih lakukan sanitasi gulma dan sumber inokulum lainnya dan 3) gunakan varietas tahan
  • Vegetatif : Tanam legowo, gunakan lampu perangkap dan apabila gejala serangan >2% aplikasi insektisida karbofuran.
  • Pengendalian Hama Walang Sangit
  • Penggunaan perangkap yaitu dari bahan keong yang dibusukan.
  • Melakukan pengasapan.
  • Menggunakan insektisida nabati yaitu tanaman cabai
  • Penggunaan kapur barus, aplikasi dilakukan pada fase vegetatif atau saat padi bunting sampai bulir-bulir mulai mengeras yaitu dengan cara menggantungkan kapur barus tersebut yang sudah dimasukan kedalam pembungkus dari kain bekas.
Pengendalian Penyakit Blas
  • Pratanam : 1) Bakar sisa tanaman; 2) tidak menanam benih dari daerah endemis ; 3) perlakuan benih (isoprotiolan) dan 4) jangan mengunakan varietas Cirata atau limboto.
  • Vegetatif dan Generatif : 1) tidak memupuk N berlebihan; 2) aplikasi fungisida binomil atau isprotiolan pada primordia/awal berbunga.
Pengendalian Hawar Daun Bakteri
  • Vegetatif : 1) Pemupukan berimbang, 2) Tanam jejar legowo, dan 3) Amati penyakit bila keparahan mencapai 20% aplikasi dengan Agrep.
Pengendalian Penyakit Tungro
  • Tanam varietas tahan
  • Sebar benih setelah lahan dibersihkan
  • Tanam pada saat yang tepat (pada akhir dan awal musim penghujan).
Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian

0 komentar:

Poskan Komentar